Jumat, 10 Agustus 2012

makalah sederhana lembah sugai indus & gangga


Kata pengantar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

      Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana telah diberikan anugerah kepada kita semua termasuk kelompok kami ini yang telah bisa menyelesaikan makalah ynag berjudul “Peradaban lembah sungai Indus & Gangga.
            Makalah berisi tentang sejarah kebudayan-kebudayaan pada masa peradaban diatas. Apabila peradaban L.S Indus terletak di kota Mohenjo-daro, sedangkan L.S Gangga terletak antara gunung Himalaya dan Windya-kedna. Setelah ini kami akan menjelaskan judul yang diatas secara jelas.
            Oleh karena itu, kritik dan saran dari ibu sangat kami perlukan supaya kami dapat mengubahnya dan dapat pula sebagai suatu ajaran sehingga dapat membuat makalah dengan tepat dan benar. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih. Dan apabila ada kesalahan saya mohon maaf. Semoga apa yang kita buat ini akan diridhai oleh Allah.


                                                                                          Banda Aceh, 20 april 2012
                                                                                          Penyusun


                                                                                                   Ketua kelompok




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Sekarang generasi penerus kita banyak sekali yang tidak mengenal sejarah-sejarah tentang peradaban-peradaban dunia. Padahal itu sangat penting bagi kita terutama sebagai ilmu pengetahuan. Tanpa kita mengenal sejarah kita akan kacau-balau karena disitu adalah sumber ilmu kebudayaan yang berguna dan patut dipelajari. Oleh demikian, kami bertujuan membuat makalah ini untuk menjelaskan salah satu peradaban dunia yang menceritakan bagaimana keadaan masyarakat pada masa peradaban tersebut.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan yang dapat kita permasalahkan antara lain :
a.       Dimana pusat peradaban lembah sungai Indus & Gangga?
b.      Bagaimana lembah sungai Indus menatakan kotanya?
c.       Kepercayaan apa yang mereka anut?


C.     Tujuan

Tujuan dari menyusun makalah ini:
a.       Mengetahui tentang kebudayaan-kebudayaan kuno.
b.      Mengetahui seluk-beluk peradaban lembah sungai Indus.
c.       Mengetahui system kepercayaannya sebelum adanya islam di dunia
d.      Dan juga mengetahui seluk-beluk peradaban sungai Gangga.




BAB II
PEMBAHASAN

1.      Peradaban Lembah Sungai Indus

a.       Pusat peradaban
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c1/Indusvalleyexcavation.jpg/350px-Indusvalleyexcavation.jpg            Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan arkeologi-di Kota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibukota daerah Lembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa sebagai ibukota Lembah Sungai Indus bagian utara. Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau.
b.      Tata Kota
            Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kokoh. Gedung-gedung dan rumah tinggal dan pertokoan itu sudah terbuat dari batu bata lumpur.
            Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok. Masing-masing bagian atau blok berbentuk persegi panjang. Tiap-tiap blok dibagi oleh lorong-lorong yang sama dengan lainnyaan saling berpotongan. Di tempat itulah mereka mendirikan rumah-rumah dan gedung-gedung untuk menjalankan pemerintahan.
            Lorong-lorong dan jalan-jalan dilengkapi dengan saluran air, sebagai tempat menyalurkan air dari rumah-rumah ke sungai. Kemudian mereka menjaga saluran itu dengan baik kebersihannya sehingga saluran tersebut dapat berfungsi dengan baik.
a.       Sistem Pertanian dan Pengairan
            Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.
            Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain.
            Kesuburan ini disebabkan karena sungai Indus yang setiap saat banjir dan meninggalkan lumpur-lumpur pada daerah yang digenangi banjir itu, sehingga tanah itu subur. Karena kesuburannya mereka lebih mengutamakan pertanian.
b.      Sanitasi (kesehatan)
            Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah dilengkapi oleh jendela yang lebar dan berhubungan langsung dengan udara bebas, sehingga pergantian udara cukup lancar. Disamping itu saluran limbah rumah tangga dan jamban langsung dihubungkan dengan saluran bawah (umum)  tanah yang menuju ke sungai.
c.       Teknologi
            Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan, seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas, perak, dan berbagai macam meterai denganlukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah.
d.      Pemerintahan
            Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut :
1)      Candragupta Maurya
            Setelah berhasil menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansi dan menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya. Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di daerah Punjab. Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. Setelah Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 323 SM, pasukannya berhasil diusir dari daerah Punjab dan selanjutnya berdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di Pattaliputra.
Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masa pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur, sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat luas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur.
2)      Ashoka
Ashoka memerintah.Kerajaan Maurya dari tahun 268-232 SM. Ashoka merupakan cucu dari Candragupta Maurya. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan.
Mula-mula Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha. Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Setelah Ashoka meninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya.
e.       Kepercayaan
                        Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa bertanduk besar,dan dewa perempuan yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran disebut Dewi Ibu.
Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian.
f.        Peninggalan kebudayaan
            Dari hasil penggalian di kota Harappa ditemukan beberapa arca yang masih sempurna bentuknya dan dua buah Torso (arca yang telah hilang kepalanya). Salah satu Torso mula-mula bertangan empat dan berkepala tiga. Berdiri di atas kaki kanan dengan kiri terangkat. (Patung ini mirip dengan patung Siwa Nataraya dari zaman kesenian Cola, India Selatan).

1)      Arca

            Di kota Mohenjo-Daro ditemukan arca seseorang pendeta berjanggut. Arca ini memakai pita yang melingkari kepalanya dan berpakaian baju yang dihiaskan dengan gambar-gambar yang menyerupai daun semanggi. Biasanya hiasan ini juga lazim dipakai di daerah msopotamia, Mesir, dan kreta. Arca lain yang ditemukan berbentuk gadis penari yang terbuat dari perunggu.

2)      Alat-alat rumah tangga dan Senjata

            Penemuan dari kota Mahenjo-Daro dan Harappa menunjukkan bahwa peralatan-peralatan rumah tangga dan alat senjata terbuat dari benda-benda logam seperti perunggu. Penemuan ini membuktikan bahwa lembah ini telah mengenal teknik perundagian. Pengetahuan teknik itu juga tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, dari sinilah munculnya system perekonomian yang dikenal dengan jual beli yaitu tukar menukar barang.



2.      Peradaban Lembah Sungai Gangga

a.     Pusat peradaban
            Pusat peradaban Lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Sungai itu bermata air di pegunungan Himalaya dan mengalir ke kota-kota besar seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares, memalui wilayah Bangladesh dan bermuara di teluk Benggala.
             Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya.
            Bangsa Arya adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, akhirnya mereka hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan lembah sungai Gangga merupakan  campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.
·         Munculnya agama Hindu
            Pada dasarnya peradaban dan kehidupan Hindu telah tercantum dalam kitab suci Weda (Weda berarti pengetahuan), juga dalam kitab Brahmana dari Upanisad. Ketiga kita itu menjadi dasar kehidupan orang-orang Hindu.
            Kitab suci Weda merupakan kumpulan dari hasil pemikiran para pendeta (Resi). Pemikiran-pemikiran para pendeta (Resi) itu dibukukan oleh Resi Wiyasa.

·         Empat bagian Kitab Weda
Ø  Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa.
Ø  Sama-Weda, memuat nyanyian-nyanyian yang dipergunakan, untuk memuja dewa-dewa.
Ø  Yayur-Weda, memuat bacaan-bacaan yang diperlukan untuk keselamatan.
Ø  Atharwa-Weda, memuat ilmu sihir untuk menghilangkan marabahaya.

Keempat buku itu ditulis pada tahun 550 SM dalam bahasa sansekerta.
            Ajaran agama Hindu memuja banyak dewa (polytheisme). Dewa utamanya adalah Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara (pelindung), Dewa Siwa sebagai dewa penghancur. Di samping itu, juga dipuja dewa-dewa seperti Dewi Saraswati (dewi kesenian), Dewi Sri (kesuburan), Dewa Baruna (dewa laut), Dewa Bayu (dewa Angin), Dewa Agni (dewa api), dan lain-lain.
            Sungai Gangga juga dianggap keramat dan suci oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu India, “air sungai Gangga” dapat menyucikan diri manusia dan penghapus segala dosa. Begitu pula tulang dan abu orang mati dibuang kedalam sungai Gangga, agar arwah orang yang meninggal dapat masuk surga.

·         Munculnya agama Buddha
            Agama Buddha  muncul ketika beberapa golongan menolak dan menentang dengan pendapat kaum Brahmana. Golongan ini dipimpin oleh Sidharta Gautama (531 SM).
            Sidharta Gautama ini adalah putra mahkota dari kerajaan Kapilawastu (Suku Sakia). Ia termasuk kasta ksatria. Sejak kecil dia dididik dalam kemewahan istana, namun hidupnya tidak pernah bahagia. Ia merasa menderita berada di lingkungan kemewahan dan kegemerlapan instana. Akhirnya, Sidharta meninggalkan istana untuk mencari kebahagiaan hidupnya. Ia terus mencari pelepasan dari samsara (penderitaan) dan setelah kurang lebih 7 tahun mengalami berbagai cobaan berat, penyesalan dan penderitaan, akhirnya ia mendapat sinar terang di hati sanubarinya dan menjadilah Sidharta Gautama Sang Buddha yang berarti “yang disinari”.
            Pertama kali sang Buddha berkotbah di Taman Rusa (Benares). Agama Buddha tidak mengakui kesucian kitab-kitab Weda dan tidak mengakui aturan pembagian kasta di dalam masyarakat. Oleh karena itu, ajaran agama Buddha sangat menarik bagi golongan kasta rendah. Kitab suci agama Buddha bernama “Tripitaka” (Tipitaka).

          Setelah seratus tahun Sang Buddha wafat, timbul bermacam-macam penafsiran terhadap hakikat ajaran Sang Buddha. Akhirnya, penganut ajaran Buddha terbagi menjadi 2 aliran:
a). Buddha Hinayana
            aliran Buddha ini melambangkan ajaran Sang Buddha sebagai kereta kecil yang bermakna sifat tertutup. Penganut aliran ini hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Pada aliran ini yang berhak menjadi “Sanggha” adalah para biksu dan biksuni yang berada di Wihara.
b). Buddha Mahayana
            aliran ini melambangkan ajaran Sang Buddha sebagai kereta besar yang bermakna sifat terbuka. Penganut ini mengejar pembebasan bagi diri sendiri, tetapi juga bermisi pembebasan bagi orang lain. Pada aliran ini setiap orang berhak menjadi Sanggha Buddha, sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk Sang Buddha.

·         Persamaan Hindu dan Buddha
Ø  Agama Hindu dan Buddha selalu berusaha untuk dapat meletakkan dasar-dasar ajaran kebenaran dan kehidupan manusia di dunia ini. Maka tindakan yang dilakukan oleh manusia diarahkan kepada tindakan-tindakan yang di benarkan oleh agama. Dengan demikian, jelas tujuan kedua agama tersebut.
Ø  Agama Hindu maupun Buddha betujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan atau mengantarkan umat manusia untuk dapat mencapai tujuan hidupnya.

·         Perbedaan kedua agama
            Pada agama Hindu, kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut dengan kasta. Kasta adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat yang diterima secara turun-temurun. Kasta dalam agama Hindu terdiri atas:
a)       Kasta Brahmana, yaitu pemuka agama atau pendeta.
b)      Kasta Ksatria, yaitu pemegang pemerintahan atau raja, bangsawan.
c)       Kasta Waisya, yaitu petani atau pedagang.
d)      Kasta Sudra, yaitu pembantu atau pekerja kasar.

            Dalam agama Buddha, tidak diakui adanya kasta dan bahkan memandang kedudukan seseorang dalam  masyarakat adalah sama. Oleh karena itu, munculnya agama Buddha menarik perhatian masyarakat dari golongan kelas bawah.


b.    Pemerintahan
          Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutanan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut antara lain:
a)      Kerajaan Gupta
            Kerajaan ini didirikan oleh Raja Candragupta I (320-330 M) dengan pusatnya di lembah sungai Gangga. Pada kerajaan ini Hindu menjadi agama Negara.
            Kerajaan Gupta mendapatkan masa keemasannya pada masa pemerintahan Raja Samudra Gupta (cucu Raja Candragupta I). Seluruh lembah sungai Gangga dan lembah sungai Shindu (Indus) yang berhasil dikuasainya. Ibu kota kerajaan ini di kota Ayodhia. Sikap raja ini keras dan kejam serta tidak mengenal kasih sayang kepada musuhnya. Sedangkan kepada rakyatnya, ia dikenal sebagai raja yang murah hati, serta selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyatnya.
            Kemudian Raja Samudra Gupta digantikan dengan anaknya Candragupta II (375-415 M). Ketika ia berkuasa, kehidupan rakyatnya makmur dan sejahtra. Banyak gedung-gedung yang didirikan dan banyak ilmu pengetahuan yang semakin meningkat seperti tentang pelayan yang semakin maju dan lain-lain. Oleh demikian raja ini termasuk raja terakhir yang mengalami kemajuan pada kerajaan tersebut.
            Ketika ia wafat, kerajaan itu mulai mundur. Berbagai suku bangsa asia tengah melancarkan penyerangan ke kerajaan tersebut. Maka 2 abad, India mengalami masa kegelapan dan baru pada abad ke-7 M tampil seorang raja yang kuat yang bernama Harshawardana.

b)      Kerajaan Harsha
            Ibu kota kerajaan ini adalah Kanay. Salah seorang rajanya yaitu bernama Harshawardana. Ia adalah seorang pujangga besar.
            Pada mulanya raja Harsha memeluk agama Hindu, kemudian ia memeluk agama Buddha. Wihara dan Stupa banyak dibangunnya yang berada di tepi sungai Gangga, juga tempat-tempat penginapan dan rumah-rumah sakit yang didirikannya.
            Setelah ia berkuasa hingga abad ke-11 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang berkuasa. Pada masa itu India mengalami masa kegelapan.

c.     Bentuk kebudayaan lembah sungai Gangga
          Kebudayaan lembah sungai Gangga erupakan suatu campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida. Kebudayaan ini lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Bangsa Arya yang hidup sebagai pengembala setelah tiba di India dan bertemu dengan bangsa Dravida yang sudah hidup dengan bercocok tanam, meninggalkan kehidupan sebagai pengembala dan mulai menetap. Merekapun bercampur (mengadakan asimilasi) sehingga melahirkan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan (tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan, kebudayaanya kemudian dikenal dengan kebudayaan Dravida. 
(buku sejarah).
               

         
         



           




BAB III
Penutup
A.   Kesimpulan
          Dari teori yang telah kami sajikan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a.       Lembah sungai Indus ialah suatu kerajaan yang terletak antara pegunungan Himalaya dan pegunungan Windya-Kedna.
b.      Pada peradaban ini. Kota penduduknya sudah sangat  tinggi tingkatnya yaitu adanya selokan-selokan untuk pembuangan limbah rumah tangga dan lainnya.
c.       Di peradaban ini belum munculnya agama Hindu, tetapi mereka menganut agama Polytheisme.
d.      Ketika peradaban ini hancur atau terpecah-belah, maka disatukan kembali oleh raja-raja. Maka yang dimaksud dengan Peradaban Lembah Sungai Gangga yaitu lanjutan dari peradaban sungai Indus.
e.       Pada peradaban ini sudah sangat maju terutama ilmu pengetahuan, kesustraan dan lain-lain.
f.        Kebudayaan sungai Gangga itu berasal dari bercampurnya kebudayaan bangsa Arya (mengembala) dengan bangsa Dravida (bercocok tanam), sehingga mereka mulai menetap yang di sebut dengan kebudayaan Hindu.
g.       Pada peradaban ini muncul 2 agama:
1)      Agama Hindu
2)      Agama Buddha




         










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar